Menjemput Berkah di Pusara Kyai: Tradisi Mengaji Santri Menjelang Iqomah

 

Dokumentasi: ngaji di pesarean

Suara bilal mengumandangkan adzan baru saja usai. Di saat kebanyakan orang masih berbenah menuju masjid, suasana berbeda terlihat di area pesarean (makam) sesepuh kyai. Puluhan santri dengan sarung rapi, peci yang terpasang presisi, dan kitab atau Al-Qur'an di genggaman, tampak berbondong-bondong melangkahkan kaki menuju pusara makam sang kyai.

Pemandangan ini bukan sekadar rutinitas harian, melainkan cerminan tradisi luhur yang terus hidup di pesantren: mengaji dan bermunajat di pesarean kyai menjelang iqomah sholat lima waktu.

Jeda Emas Antara Adzan dan Iqomah

Dalam ajaran Islam, waktu antara adzan dan iqomah dikenal sebagai salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa. Bagi para santri, jeda beberapa menit ini tidak dibiarkan berlalu begitu saja tanpa makna.

Di sela-sela menunggu iqomah berkumandang, para santri memanfaatkan waktu singkat tersebut untuk duduk bersila di sekitar makam kyai. Ada yang khusyuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, membaca wirid, hingga menelaah kembali (muthola'ah) kitab kuning yang dibaca saat pengajian harian.

Tradisi "Ngalap Berkah" yang Menghidupkan Ruh Santri

Aktivitas ini menjadi sarana ruhiyah yang sangat kuat bagi para santri. Ada beberapa nilai mendalam yang tercipta dari kebiasaan ini:

Menjaga Sanad dan Mahabbah: Menghadiri pesarean kyai sebelum sholat berjamaah adalah bentuk ta'dzim (penghormatan) dan rasa cinta (mahabbah) santri kepada guru-gurunya yang telah wafat, menjaga sambungan batin agar ilmu yang didapat menjadi berkah.

Pengingat Kematian (Zikrul Maut): Berada di area pemakaman lima kali sehari secara tidak langsung mengasah ketajaman hati santri. Mereka diingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan, sehingga beribadah menjadi lebih khusyuk.

Kedisiplinan Waktu Sholat: Karena berlokasi tak jauh dari masjid utama, tradisi ini secara otomatis melatih santri untuk selalu siap di area masjid sebelum iqomah dikumandangkan. Tidak ada kata terlambat untuk takbiratul ihram pertama bersama imam.

Kehangatan Spiritualitas yang Tak Pernah Padam

Ketika lantunan ayat Al-Qur'an dan sholawat saling bersahutan dari bibir para santri di sekitar pesarean, suasana hening dan tenang merayap ke seluruh sudut pesantren. Gemuruh lantunan doa itu baru mereda ketika bilal mengumandangkan iqomah, menjadi penanda bagi para santri untuk bergegas merapikan shaf sholat.

Tradisi mengaji di pesarean menjelang iqomah ini menjadi bukti nyata bahwa ruh perjuangan seorang kyai tidak pernah padam. Melalui ketekunan para santri yang saban hari mengetuk pintu langit di pusara gurunya, nilai-nilai keikhlasan dan keilmuan pesantren akan terus hidup memancar, melintasi zaman.


Posting Komentar

0 Komentar