Tradisi Setiap Tanggal 1 Bulan Safar Ponpes Darul Hikam Rujing

MANISNYA BERKAH DALAM SEMANGKOK BUBUR SAFAR DI PONPES DARUL HIKAM 2026

Gambar semangkok bubur safar

Di tengah riuhnya kehidupan modern, Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hikam tetap teguh menjaga tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satu tradisi yang paling dinantikan setiap tahunnya adalah peringatan awal bulan Safar. Tradisi ini bukan sekadar tentang makanan, melainkan simbol persatuan, kerohanian, dan harapan akan keberkahan.

Setiap tanggal 1 Safar dalam kalender Hijriah, suasana di Ponpes Darul Hikam berubah menjadi lebih khidmat dan penuh semangat. Hari ini ditandai dengan persiapan bersama untuk menyajikan "Bubur Safar".

Rangkaian Acara yang Khidmat

Peringatan tidak dimulai dengan makan, melainkan dengan rangkaian doa dan zikir bersama. Para santri dan pengurus berkumpul di aula bersama.

Pembukaan dan pembacaan zdikir oleh pengasuh

Acara Pertama: Tawasul

Acara dibuka dengan doa Tawasul. Ini adalah momen untuk memohon wasilah (perantara) doa melalui para nabi, rasul, sahabat, dan ulama-ulama terdahulu agar doa-doa mereka dikabulkan oleh Allah SWT. Suasana hening dan penuh hormat menyelimuti ruangan.

Acara Kedua: Membaca Surah Yasin Bersama

Setelah Tawasul, alunan lantang Surah Yasin menggema di seluruh penjuru pesantren. Membaca Yasin bersama-sama diyakini membawa kedamaian hati dan menjadi sebab datangnya pertolongan Allah, terutama dalam menghadapi cobaan di bulan Safar.

Acara Ketiga: Sholawat Nariyah 7 Kali

Sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan permohonan syafaat, seluruh jamaah melantunkan Sholawat Nariyah sebanyak tujuh kali. Jumlah ini dipilih secara khusus sebagai bentuk takarub (mendekatkan diri) dan permohonan khusus akan keselamatan.

Doa Penutup dan Puncak Kebersamaan

Puncak acara spiritual ini adalah doa bersama yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Darul Hikam. Beliau mendoakan agar seluruh santri, pengajar, dan umat Muslim dilindungi dari marabahaya selama bulan Safar dan sepanjang tahun. Doa ini juga menjadi momen perenungan akan pentingnya memperbanyak amal saleh.

Setelah doa penutup yang menggetarkan hati, tibalah momen yang paling dinantikan: makan bubur bersama.

Dokumentasi bersama

Mereka duduk melingkar, berbagi cerita, dan menikmati kehangatan bubur bersama-sama. Tidak ada sekat antara santri dan pengurus; semua sama-sama menikmati hidangan sederhana namun penuh makna tersebut. Momen ini bukan hanya memuaskan lapar, tetapi lebih dari itu, memperkuat tali persaudaraan (ukhuwah) di antara keluarga besar Ponpes Darul Hikam.

Posting Komentar

0 Komentar