Semangat Ngaji Diniyah Siang Kelas 1 Ula Ponpes Darul Hikam


Dokumentasi pengurus ponpes

Lantai bersih dan dinding hijau muda menjadi saksi bisu perjuangan para santri kecil di Pondok Pesantren Darul Hikam. Siang itu, di saat rasa kantuk dan lelah melanda, ruang kelas justru dipenuhi atmosfer kekhusyukan. Bagi santri Kelas 1 Ula (Tingkat Dasar), waktu siang adalah momen krusial untuk mengisi dada dengan tuntunan agama lewat kegiatan Ngaji Diniyah.

Duduk Bersimpuh Menjemput Berkah

Ada pemandangan menyentuh saat menatap suasana kelas ini. Tanpa kursi tinggi, para santri pria yang kompak berpeci dan bersarung ini duduk bersimpuh rapi di lantai. Di hadapan mereka, berjajar meja kayu panjang sederhana yang menopang kitab dan buku tulis. Cara duduk lesehan ini bukan sekadar keterbatasan fasilitas, melainkan bagian dari penanaman adab dan tawadhu (rendah hati). Sejak dini, mereka diajarkan bahwa menuntut ilmu agama memerlukan ketundukan hati serta fisik yang prima.

Fokus di Tengah Kantuk

Belajar di waktu siang memiliki tantangan berat bagi anak-anak. Namun, guratan fokus justru terpancar dari wajah-wajah polos mereka:

Menyimak Kitab: Di barisan depan, santri dengan saksama membaca buku bersurat Arab sambil memegang pena, siap mencatat penjelasan guru.

Mengikat Ilmu: Jemari kecil mereka aktif menulis, mengabadikan pelajaran fondasi dasar Islam mulai dari fikih ibadah hingga akhlak keseharian.

Perjuangan melawan kantuk di siang hari ini adalah investasi mahal. Melalui disiplin ngaji diniyah ini, Ponpes Darul Hikam sedang menempa generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga anggun dalam berakhlak.

"Menuntut ilmu di waktu kecil bagai mengukir di atas batu.")

Sekian Terima Kasih

Posting Komentar

0 Komentar